Sabtu, 11 September 2010

Arti Sebuah Kemenangan

Sudah lazim difahami oleh masyarakat muslim, bulan Ramadhan adalah bulan yang mulia, bulan yang suci dan penuh berkah. Di mana di dalamnya terdapat suatu malam yang lebih baik dari pada seribu bulan, yang biasa disebut malam Lailatul Qadar. Bukan hanya itu, di dalam bulan Ramadhan, seluruh umat Islam berpuasa satu bulan penuh. Mereka menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa serta dari apa-apa yang merusak pahala puasa. Mereka mengerjakan shalat sunnah Tarawih pada malam harinya, dilanjutkan dengan tadarus al-Qur’an, memperbanyak dzikir dan do’a pada Allah Swt. Diharapkan dari itu semua, mereka menjadi orang-orang yang bertakwa yaitu orang yang selalu menjalankan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Setelah satu bulan penuh berpuasa, mereka mendapatkan apa yang dinamakan dengan Idul Fitri, yaitu hari raya umat Islam setelah menjalankan puasa Ramadhan. Hal ini sesuai dengan hadits Nabi yang menyatakan bahwa orang-orang yang berpuasa mempunyai dua kebahagiaan, yakni kebahagiaan ketika berbuka dan kebahagiaan ketika ia bertemu dengan Tuhannya, yakni di akhirat nanti. Kebahagiaan ketika berbuka bisa berarti kebahagiaan Hari Raya Idul Fitri karena di saat itu umat muslim sudah tidak lagi berpuasa.

Idul fitri dipandang sebagai keadaan seseorang yang kembali fitrah atau suci seperti sedia kala, sebagaimana ia dilahirkan oleh ibunya. Secara etimologi, Idul Fitri berasal dari kata bahasa Arab ‘id’ yang artinya kembali, dan ‘fitrah’ yang artinya suci atau bersih. Dari sini dapat kita fahami bahwa hakekat makna Idul Fitri adalah kembalinya seseorang kepada kefitrahan (kesucian) dari dosa. Bersih atau suci dari dosa tidak akan dicapai setiap orang melainkan mereka yang berpuasa dan beramal shaleh di bulan Ramadhan. Karena bulan Ramadhan merupakan ajang untuk pembersihan diri dari segala hal yang merusak batin manusia.

Idul Fitri sebagai sebuah kemenengan diri dari hawa nafsu yang mendorong pada perbuatan-perbuatan tercela. Untuk itu, di setiap Idul Fitri selalu kita jumpai masyarakat yang menghiasi suasana lingkungannya dengan simbol-simbol yang serba baru, mulai dari pakaian baru, bahkan tak jarang membeli perabot rumah tangga baru. Itu semua mereka lakukan sebagai rasa syukur pada Allah Swt dan sekaligus sebagai peringatan atas sebuah kemenangan diri, sehingga mereka membuka lembaran baru, bergaya hidup baru, berpakaian baru, berperilaku dengan pola sikap yang baru yang lebih baik dari pada tahun-tahun sebelumnya.

Yang patut kita ketahui, kemenangan itu akan dapat selalu dicapai apabila mendapat inayah (pertolongan) dari Allah Swt, dan kita akan selalu dapat pertolongan Allah apabila kita selalu bertakwa pada-Nya. Kemenangan di bulan Syawal setelah berpuasa sebulan penuh di bulan Ramadhan bukanlah kemenangan final, akan tetapi itu lebih merupakan kemenangan awal, sebagai langkah awal (first step) menuju kemenangan di bulan-bulan berikutnya. Dengan harapan kemenanagan itu dapat membawa imbas bagi segala aspek kehidupan kita. Sehingga hasil dari pada mendekatkan diri pada Allah Swt berpengaruh positif terhadap perilaku pribadi, dalam keuarga, masyarakat, agama, negara. Akhirnya, kami hanya bisa mengucapkan ‘selamat hari raya Idul Fitri’, semoga amal ibadah kita diterima di sisi Allah Swt. Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar