Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Oktober 2015

Al-Qodhi ‘Abd al-Jabbār; Tokoh Mu‘tazilah

Adanya kontak dengan Yunani, yang salah satunya berslangsung melalui penerjemahan buku-bukun Yunani ke dalam bahasa Arab ternyata memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap dunia Islam. Pola pikir yang mereka usung mampu memberikan warna yang berbeda dalam khazanah pemikiran yang ada, yaitu dominasi penggunaan akal.

Selasa, 02 April 2013

Ibnu al-‘Arabi dan Konsep Wahdatul Wujud

Sejarah mencatat bahwa dalam dunia Islam ada seorang filsuf besar yang diakui dunia intelektual, beliau adalah Ibnu al-‘Arabi. Nama lengkapnya adalah ‘Abdullah Muhammad bin Ahmad bin ‘Ali al-Hatimi al-Tha’i al-Andalusi, yang lebih terkenal dengan julukan Muhyiddin (penghidup agama). Ibnu al-‘Arabi seorang tokoh sufi yang juga diberi gelar asy-Syaikh al-Akbar (Maha Guru), dilahirkan di Murcia, (Andalusia) Spanyol bagian tenggara, pada 17 Ramadhan 560 H/28 Juli 1165 M.

Jumat, 27 Januari 2012

Sayyid Quthb dan Gerakan Ikhwanul Muslimin

Ikhwanul Muslimin adalah gerakan Islam yang didirikan oleh Hasan al-Banna yang mana salah satu tujuannya adalah menegakkan kalimat Islam di belahan bumi ini. Gerakan ini sering dianggap sebagai gerakan Islam kanan berhaluan keras, sehingga kerap dianggap oleh pemerintah Mesir sebagai ancaman bagi kedaulatan negara. Gerakan ini pula yang pada akhirnya mengantarkan Sayyid Quthb ke tiang gantungan di akhir hayatnya sebagai hukuman atas tuduhan rencana kudeta yang dilontarkan oleh presiden Mesir kala itu, Jamal Abdul Naser.

Sabtu, 22 Januari 2011

KH. Ridwan Abdullah, Pencipta Lambang NU

Di antara ulama pondok pesantren, ada seorang ulama yang memiliki keahlian melukis. Beliau adalah KH Ridhwan Abdullah. banyak jasa beliau di bumi Indonesia terutama di kalangan Jam’iyah Nahdlatul Ulama. Dalam kancah ulama NU, beliau dikenal sebagai pencipta lambang NU.

Sabtu, 06 November 2010

Al-Qodhi ‘Abd al-Jabbār dan Keadilan Tuhan

Sebagaimana yang dikemukakan didepan, ada lima pokok yang menjadi poros pemikiran Mu‘tazilah yang harus diterima utuh oleh para pengikutnya. Karena begitu penting, ‘Abd al-Jabbār sampai membahasnya dalam sebuah buku khusus, yaitu Syarh al-Ushūl al-Khamsah. Adapun pendapat beliau tentang kelima prinsip itu adalah:

Sabtu, 25 September 2010

Imam al-Nasā’ī; Ahli Hadits Dari Khurāsān

Abad ketiga hijriah merupakan abad keemasan bagi proses pembukuan hadits. Berkat dukungan penguasa saat itu, para ulama ahli hadits melakukan aktifitas mereka untuk mengumpulkan hadits-hadits Nabi ke dalam satu kitab yang sistematis. Satu-persatu, kitab-kitab kumpulan hadits itupun muncul.

Sabtu, 14 Agustus 2010

‘Umar dan Rasionalisasi Nilai-Nilai Islam

Proses perluasan negeri-negeri Islam yang berlangsung cepat di zaman pemerintahan ‘Umar bin Khaththab menghadapkan khalifah pada banyak problem. Namun dengan demikian, ia tidak lantas kehilangan keseimbangan dalam menjalankan pemerintahan, karena ia berusaha mencari solusi sebisa mungkin. Himpunan solusi ini pertama-tama didasarkan pada kebiasaan atau kultur Nabi, yang kedua didasarkan pada konsultasi dengan sahabat, dan yang ketiga didasarkan pada inovasi khalifah ‘Umar sendiri.

Sabtu, 08 Mei 2010

Sayyid Quthb; Seorang Sastrawan

Sejak kecil, Sayyid Quthb telah tertarik dengan dunia sastra. Kecenderungan sastra semakin tumbuh ketika ia dikenalkan oleh beberapa penduduk desa yang belajar di Kairo dengan beberapa penyair terkenal Mesir. Nama-nama penyair seperti Ahmad Syauqi, Hafidz Ibrahim telah menghiasi pikirannya. Kecenderungan ini sempat dibaca oleh kepala sekolah tempat Sayyid Quthb belajar. Beberapa bait syair Tsabit Jarjawi sering diberikan kepala sekolah kepada Sayyid Quthb untuk dihafal.

Sabtu, 24 April 2010

Catatan Perjalanan Hidup Sayyid Quthb

Sayyid Quthb adalah salah satu di antara beberapa tokoh Islam yang perlu ditadabburi dalam hal memegang sebuah prinsip. Fase hidupnya tidak terlepas dari proses pencarian sebuah keyakinan. Dimulai dari seorang pegawai sederhana di Departemen Pendidikan, kemudian menjadi sastrawan terkemuka yang akhirnya menjadi seorang pemikir Islam. Keyakinan terhadap prinsip yang kemudian mengantarkannya hidup di penjara bertahun-tahun dan mati di tiang gantungan.

Senin, 01 Februari 2010

Ibnu al-Nafîs: Penemu Sistem Peredaran Darah

Bila menilik sejarah peradaban manusia, kita sebagai umat Islam, patut berbangga dengan apa yang telah dicapai ilmuwan-ilmuwan muslim dahulu kala. Betapa tidak, kemajuan dan perkembangan ilmu dan teknologi zaman modern, pada realitanya merupakan perpanjangan dari hasil inovasi dan kreativitas mereka, terutama dalam bidang ilmu falak, kedokteran, kimia, fisika dan sebagainya.